Ngunduh Mantu (?) Desember 30, 2007
Posted by swastihayu in nikah.trackback
Sebenernya kata ‘ngunduh’ (bahasa jawa) artinya adalah ‘mengambil sesuatu yang udah matang’.. contohnya kalau buah mangga udah mateng, maka ya sebaiknya cepet2 diunduh sebelum busuk di pohon dan diduluin sama kelelawar :p (qiqiqi…).
bahasa inggrisnya / bahasa komputernya samadengan download
Dalam konteks ngunduh mantu,, sebenarnya bukan merupakan suatu kuwajiban, baik dalam agama maupun secara hukum Negara Indonesia. Tapi biasanya bagi keluarga pengantin pria, akan menjadi kuwajiban ketika keluarga (baca: orang tua penganten pria) tersebut berada dalam lingkup sosial masyarakat yang masih erat kekeluargaannya dan memegang teguh nilai budaya (jawa),, ada satu perasaan ‘keharusan’ untuk mengumumkan penganten baru..
Jaman dulu, ketika para pengantin perempuan jawa menikah muda dan diboyong oleh pengantin pria dan kemudian bertempat tinggal di kediaman pengantin pria/suami,, maka pengumuman itu MEMANG diperlukan untuk menghindari salah paham tetangga (ntar dikirain belum sah sebagai suami-istri)…
Tapi menurutku,, jaman sekarang ngunduh mantu jadi nda make sense ketika kedua mempelai tidak berencana untuk bertempat tinggal di kediaman orangtua pengantin pria,,
Hhh…. Tapi kalo aku nolak u menjalani prosesi ngunduh mantu,, rasanya juga tidak bijaksana… Pernikahan nda hanya antara istri dengan suami, tapi juga antara keluarga BESAR mempelai…
…..
(baru deh ngerasain kayak apa kalo 2 keluarga besar jadi satu=keluarga SUPER BESAR)

kalo gw, nikah = mandiri, dlm arti masak ndiri hehe
good luck dg masak memasaknya.
plus cepet dpt momongan deh….
Kalau emang ngerasa ngunduh mantu nggak oke (selain memboroskan budget yg mungkin bisa buat uang muka rumah), mungkin bisa bicara baik2 dengan keluarga besar..
Jadi teringat barusan bokap juga nyebut2 soal ngunduh mantu ini, yang jelas2 membuat kami (aku dan adik ku) terbelalak dengan satu pertanyaan maut; darimana biayanya?